Selasa, 13 Juli 2010

Artikel By Mikrotik.co.id

Setting Mikrotik Wireless Bridge

Kategori: Tips & Trik

Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge.

Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.

Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.

Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.



Konfigurasi Pada Access Point

1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1


2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge


3. Masukkan IP Address pada interface bridge1

4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11).


5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.

6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.

7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.


Konfigurasi pada Wireless Station

Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.



Pengecekan link

Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).


Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).



Konfigurasi keamanan jaringan wireless

Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.

Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.

Wifi Antena OMNI HG2415U

Bongkar / Hack Wifi Antena OMNI HG2415U

Ini adalah sebuah antena OMNI yang cukup spektakuler di kelasnya. Dengan penguatan 15dB, antena ini cukup banyak digunakan oleh para SSIDer.

Harga antena jenis ini didaerah saya pada saat ini maret 2009 adalah Rp. 1,64 juta. Cukup mahal memang dibanding daerah lain atau pemesanan dengan US dollar.

Oleh karena rasa ingin tahu dan penasaran akan kehebatannya, saya coba membongkar/hacking antena ini.

Beberapa gambar dibawah ini saya fikir cukup mewakili untuk dapat diterjemahkan dalam bahasa teknis. Barangali ada yang mau meniru atau hanya sekedar disimpan sebagai referensi.

dscn492511

Ini adalah bagian dalam Omni HG2415U-PRO. Gabus atau sterofoam yang terikat pada bagian antena diatas berfungsi untuk menahan antena dari goncangan saat berada didalam selongsong bagian luar.

Spesifikasi teknis lengkap dapat dilihat di www.L-com.com dalam bentuk pdf.



OMNI HG2415U-PRO ( luar dalam )


OMNI HG2415U-PRO ( luar dalam )


Berikut adalah beberapa data yang saya dapat dari pengukuran :

Bahan luar sebagai selongsong pembungkus digunakan Gray Fiberglass panjang 103 cm.

Panjang bagian dalam = 97 cm

Tubing berjumlah 15 buah. Diameter tubing besar = 12 mm dan yang kecil 4 mm.

Ketebalan tubing sekitar 0,32 – 0,36 mm untuk kedua jenis tersebut. Kira-kira setebal kaleng susu atau atap spandex.

Panjang tubing diam 12 mm = 46,5 mm. Jarak as tubing ke tubing yang lain dalam satu baris adalah 98,5 mm ( berselang satu ). Ini artinya setiap tubing dihitung dari as adalah 1/2 dari 98,5 mm = 49,25 mm

Berikut saya coba untuk memperlihatkan beberapa gambar pengukuran :

Tube measurement

Tube measurement

Mungkin agak kuran jelas dengan gambar pada foto diatas. Untuk memudahkan pembacaan ukuran secara detail, coba lihat gambar dibawah ini :

Tube site measurement

Tube site measurement

Pengukuran saya lakukan dengan menggunakan meteran standard tukang ( meteran roll ) .

HG2415U-PRO komponent measerement

HG2415U-PRO komponent measerement

Teknik penyambungan tiap-tiap tubing awalnya saya fikir sangat baik berbanding lurus dengan nama besarnya.

Tapi ternyata kualitas sambungan dan cara penyolderannya seperti gambar dibawah ini :

Detail soldering quality

Detail soldering quality

Tapi jangan salah, jelek bukan berarti tak bagus. Yang penting kan performancenya sebagai media getar sudah maksimum. Itu yang lebih penting. Dibanding Jepang, Amerika memang koboi dalam bekerja, tapi ok dalam hasilnya (untuk sementara ini ).

Sekarang kita coba menguji antena dengan dimensi seperti ini paling bagusnya bekerja di frekwensi berapa. Yuk kita coba membuat perhitungan berdasarkan rumusan yang umum;

Rumus :

Panjang antena ( satu lamda ) = 300/frekwensi x faktor 80 % ( faktor kependekan pada material bukan udara )

Dari gambar diatas panjang antena adalah = 98,50 mm ( ingat ini ukuran satu lamda ). Maka rumusnya menjadi :

98,50 mm : 80 % = 300/Freq ———–>> 123,125 = 300/Freq

Freq = 300/123,125 = 2,436548

Nah….. coba sesuaikan dengan daftar Freq pada channel AP anda. ( Daftar didapat dari Menu Senao EOC-2610 EngGenius ).

Channel – 1 = 2,412 Ghz

Channel – 2 = 2,417 Ghz

Channel – 3 = 2,422 Ghz

Channel – 4 = 2,427 Ghz

Channel – 5 = 2,432 Ghz

Channel – 6 = 2,437 Ghz

Channel – 7 = 2,442 Gh

Channel – 8 = 2,447 Ghz

Channel – 9 = 2,452 Ghz

Channel – 10 = 2,457 Ghz

Channel – 11 = 2,462 Ghz

Jawababannya mungkin bagus kalau diapakai di Channel – 6 kali ya………

Yah…..SEMOGA TULISAN INI BERGUNA. Selamat ber-experiment……….!!!

Hack antena Omni hyperlink HG2415U

Tambahan :

Oleh karena beberapa teman meminta saya untuk melengkapi article ini, maka berikut adalah tambahan beberapa informasi gambar yang mungkin akan dapat membantu baik untuk referensi praktis maupun hanya sekedar untuk perbandingan.

S/Steel bottom clamps holder

Hack omni hyperlink

Hack omni hyperlink

Bottom detail

started dimensioning of bottom

Ending dimensioning at top

Top standing wave adjuster

 Mid Standing wave adjuster

Bottom standing wave adjuster